Jengkel banget kalo baca berita, denger kabar tentang perang Israel terhadap Palestina. Semua orang yang waras juga pastinya jengkel, kecewa, dan marah kepada Israel yang udah membunuh rakyat Palestina. Bagitu pula Unie yang jengkel dan marah. Berita menyebutkan korban tewas setelah 20 hari serangan Israel udah mencapai angka 1100 jiwa lebih tewas dan 5000 lebih luka2. Ya Allah, betapa kejamnya mereka. Bahkan dari angkar tersebut lebih dari 355 diantaranya adalah anak2, lebih dari 100 perempuan, dan lebih dari 117 para usia lanjut. Keji! Bahkan tak tanggung2 mereka juga mengebom markas PBB di Palestina yang menangani masalah social dan bantuan kemanusiaan di sana. Ini udah sangat keterlaluan. Wajar kalo Israel dijuluki sebagai teroris, penjajah, penjahat perang, dan pelanggar HAM terbesar dan terberat! Hancurkan Israel!!
Korban luka2 yang terkena tembakan dan bom dari Israel yang mencapai angka dahsyat, yakni 5000 orang itu juga kata relawan dokter yang menangani, korban sulit untuk diselamatkan. Kaki korban musti diamputasi. Kata dokter itu, kemungkinan senjata yang digunakan Israel adalah senjata model terbaru. Dugaan perang ini digunakan Israel untuk dijadikan sebagai laboratorium penggunaan senjata pemusnah model teranyar. Gila bener! Kata salah seorang pegawai di markar PBB yang kena bom itu juga bilang kalo senjata yang digunakan untuk mengebom markas PBB itu pake sulfat putih (kalo g salah begitu). Unie baca berita di kompas sampe geleng2. Katanya kalo bahan kimia itu mengenai kulit akan terbakar, jika kena gedung bisa terbakar dan hancur.
Wih..wih.. kalo emang bener perang ini dijadikan laborat Israel ato sebagai uji coba senjata, apa gak ngeri tuh? Belum lagi korban anak2 yang makin banyak. Kata salah satu sumber, Israel emang sengaja juga mencari korban anak2 supaya generasi Palestine terputus. Aduh, Unie lupa pernah baca tulisan di mana gitu. Ketika Israel berhasil mengebom suatu area dan di situ terdapat anak2, mereka akan bersorak. Astagfirullah.. kenapa juga Dewan Keamanan PBB aja gak mempan hadapi tragedy kemanusian di Palestina ini. Entah apa yang sebenarnya terjadi di sana. Apakah memang ada intrik yang membuat resolusi DK PBB dan seruan2 negara2 lain seolah hanya jadi angin lalu aja. Sama sekali gak mempan. Sungguh mengherankan. Terserahlah ya dengan urusan HAMAS yang jika ditilik dari sudut agama emang berjihad. Karena emang Israel ini merebut dan menjajah. Tapi mbok ya, jika pun mereka berperang, pakailah hukum perang yang benar. Jangan sampai membuat rakyat sipil jadi korban. Apalagi anak2 dan perempuan. Berperang itu ada aturannya. Jika melanggar, maka dia bisa disebut sebagai penjahat perang. Dan penjahat perang itu sangat rendah.
Udahlah hai Israel. Berhentilah berperang dengan saudaramu. Ciptakan perdamaian di dunia ini. Gak cape aja perang terus menerus dengan saudara2mu?
15/18 jan 09
Tampilkan postingan dengan label berita anget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita anget. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 Januari 2009
Jumat, 16 Januari 2009
Hanya andai, “To Be One”
Andai saja Israel mendengar, memahami, menghayati, dan juga melaksanakan makna dari lagu yang nyanyikan oleh Gita Gutawa “To Be One” waktu lomba di Cairo tahun lalu, pastinya kedamaian di Jalur Gaza akan segera tercipta. Tidak lagi ia akan melakukan tindak biadab terhadap umat Muslim khususnya, dan rakyat Palestine pada umumnya.
Indahnya lagu itu.. sebagai bahasa universal,
To Be One by Gita Gutawa:
I see rainbow in the sky
colors that bright in my world
I hear the hummingbirds
singing a beautiful song
the song of love and life term
the song of peace and hope
I don’t want disturb
I want this to be forever
even though we are not the same different ways
and we walk on different path,different road in this life
can we hold each other hand together
in this world and be as one
it will be a better place better hope
place that gives us peace of mind
filled with love no more tears
place where you and I can love
no more cries on this life
the place for us to be one
Indahnya lagu itu.. sebagai bahasa universal,
To Be One by Gita Gutawa:
I see rainbow in the sky
colors that bright in my world
I hear the hummingbirds
singing a beautiful song
the song of love and life term
the song of peace and hope
I don’t want disturb
I want this to be forever
even though we are not the same different ways
and we walk on different path,different road in this life
can we hold each other hand together
in this world and be as one
it will be a better place better hope
place that gives us peace of mind
filled with love no more tears
place where you and I can love
no more cries on this life
the place for us to be one
Ingat anak, ingat dosa
Berita pornografi tentu bukan barang baru lagi. Berita foto syur dari kakak beradik seleb jadi hot news beberapa waktu belakangan. Apalagi ketika saat ini yang jadi objek adalah keluarga Azhari yang memang punya garis wajah ayu, tubuh seksi, dan ya emang mereka juga “berani”. Barusan Unie nonton sebuah infotaiment yang membahas masalah itu. Kali ini yang diwawancarai adalah Rahma Azhari, salah satu (katanya sih jadi) “korban”. Foto2nya waktu mandi sama kakaknya, yakni sarah beredar luas di dunia maya.
Sebenarnya Unie heran. Mereka kan waktu difoto itu juga sadar sepenuhnya. Tapi kenapa juga penyesalan terjadi setelah foto2 itu tersebar luas? Yang namanya penyesalan pastinya emang datang di akhir. Tapi kan harusnya dia ato mereka yang pernah “jadi” korban juga tahu konsekuensi yang akan mereka dapatkan ketika mereka berfoto seperti itu.
Di satu sisi, yang nyebarin emang perlu ditindak. Bagaimanapun juga itu udah merupakan suatu perbuatan yang melanggar hukum, apalagi dengan adanya UU APP (Anti Pornofrafi dan Pornoaksi). Ketika melihat hukum Islampun itu jelas2 udah nglanggar. Jelas2 dalam Islam telah diatur untuk menutup aurat dan menjaga (maaf) kemaluan. Karena itu, sebenarnya perempuan adalah mulia.
Tadi sewaktu di infotaiment, mbak rahma juga bilang menyesal, malu, dan sedih ketika anaknya yang udah “dong” menanyakan ke dia tentang berita itu. Sebagai ibu, wajar juga dia mulai khawatir ketika anaknya sudah besar nanti akan googling dan mencari berita tentang ibu dan juga tante2nya, mungkin juga yang lain. Yah, dia juga ga bisa menarik waktu untuk menolak difoto ketika mandi itu. Ada kisah dari salah satu sahabat Rosul Saw yang sangat menjaga aurat beliau, pun ketika beliau hendak mandi, beliau akan mandi saat tidak ada orang di rumahnya dan di ruangan yang sangat tertutup, dengan posisi jongkok.
Ya, semoga dengan peristiwa ini, mereka2 akan makin tersadar. Terutama ketika mengingat akan anak2 mereka yang akan mempertanyakan hal itu kepadanya. Setidaknya mereka akan malu kepada anak2 mereka. Bagaimanapun juga, seorang ibu dan juga ayah pastinya mau anak2nya akan menjadi orang yang jauh lebih baik daripada orangtuanya.
So, selamatkan anak2 Indonesia dari bahaya pornografi dan pornoaksi!
-15Jan09-
Sebenarnya Unie heran. Mereka kan waktu difoto itu juga sadar sepenuhnya. Tapi kenapa juga penyesalan terjadi setelah foto2 itu tersebar luas? Yang namanya penyesalan pastinya emang datang di akhir. Tapi kan harusnya dia ato mereka yang pernah “jadi” korban juga tahu konsekuensi yang akan mereka dapatkan ketika mereka berfoto seperti itu.
Di satu sisi, yang nyebarin emang perlu ditindak. Bagaimanapun juga itu udah merupakan suatu perbuatan yang melanggar hukum, apalagi dengan adanya UU APP (Anti Pornofrafi dan Pornoaksi). Ketika melihat hukum Islampun itu jelas2 udah nglanggar. Jelas2 dalam Islam telah diatur untuk menutup aurat dan menjaga (maaf) kemaluan. Karena itu, sebenarnya perempuan adalah mulia.
Tadi sewaktu di infotaiment, mbak rahma juga bilang menyesal, malu, dan sedih ketika anaknya yang udah “dong” menanyakan ke dia tentang berita itu. Sebagai ibu, wajar juga dia mulai khawatir ketika anaknya sudah besar nanti akan googling dan mencari berita tentang ibu dan juga tante2nya, mungkin juga yang lain. Yah, dia juga ga bisa menarik waktu untuk menolak difoto ketika mandi itu. Ada kisah dari salah satu sahabat Rosul Saw yang sangat menjaga aurat beliau, pun ketika beliau hendak mandi, beliau akan mandi saat tidak ada orang di rumahnya dan di ruangan yang sangat tertutup, dengan posisi jongkok.
Ya, semoga dengan peristiwa ini, mereka2 akan makin tersadar. Terutama ketika mengingat akan anak2 mereka yang akan mempertanyakan hal itu kepadanya. Setidaknya mereka akan malu kepada anak2 mereka. Bagaimanapun juga, seorang ibu dan juga ayah pastinya mau anak2nya akan menjadi orang yang jauh lebih baik daripada orangtuanya.
So, selamatkan anak2 Indonesia dari bahaya pornografi dan pornoaksi!
-15Jan09-
Langganan:
Postingan (Atom)